Mie Instan: Tak Lekang oleh Waktu

10 May

Dulu sekali, setiap kali melihat salah satu iklan komersial dengan tagline terkenalnya “mie, mie, mie, mieee teruss, yang lain donk!!”,  saya ingat betapa inginnya saya menampar sang aktor Michiyo saat itu juga. Teganya dia. Disaat saya harus senam mulut untuk bisa menikmati mie, bisa-bisanya dia mengumpat dalam kubangan mie.Ha!  Bagi saya, mie instan bak makanan dewa. Nikmat namun sulit diperoleh. Gimana ga, setiap kali minta dimasak-in atau dibeli-in mi instan, mama saya akan mulai pidato kenegaraannya panjang lebar; tentang sejarah mie instan, tentang bahayanya dan tentang korban-korbannya, sampai saya berhenti merengek.

Itu sebabnya, saat duduk dibangku kuliah, tidak sekalipun saya setuju jika teman saya berkata “Mie Instan itu makanan nya anak kost saat kere”. Jelas tidak berlaku bagi saya. Mau saat kiriman bulanan kenceng atau saat jamila (jatuh miskin lagi.red), stok mie instan selalu tersedia. Sampai saat ini, nikmatnya men-slurp mie saat lapar tengah malam atau saat hari hujan, dengan berbagai rasa, seolah tak tergantikan!

Ah, jika saja Momofuku Ando/Nissin (1958) masih ada, saya akan mengirimkan upeti tanda cinta padanya. Trimakasih sudah membawa mie instan ke dunia. Jika ada lagu yang bisa mewakili cinta pada mie, maka “Tak lekang oleh Waktu” layak disemat!

Salam,
Instant Noodle Bride’s,

For Ur Information:

Tidak jarang saya mengganti air saat merebus mie instan. Kabarnya, mie instan mengandung lilin yang hanya akan habis direduksi tubuh lebih dari 2 hari. Itu kenapa banyak yang menyarankan agar mengkonsumsi mie dengan selang waktu 3 hari. Sayangnya, sumber informasi ini tidak jelas.

Tapi kamu bisa tenang sekarang. Isu Lilin pada Mie Instan dinyatakan tidak benar. Badan POM mengatakan tidak menemukan adanya bahan tersebut. Setidaknya, salah satu produsen mie instan yang terkenal di Indonesia membantah keras dengan menyebutkan “Geletinasasi pada mie disebabkan mie dibuat dengan pengukusan dan penggorengan. Jadi, isu lilin kan isu lama yang tidak benar,” Siegfried, Public Relation PT Indofood cabang Jawa Barat. Satu-satunya bahaya jika kamu mengkonsumsi mie adalah kurang gizi! bwehehehe..

Tags: , ,

Sandpainting: Seni Pewayangan Pasir

7 May

Sand painting sebenernya bukan seni yang baru. Seni murni dengan media gelas dan pasir ini sungguh memiliki kelasnya sendiri. Kalau anda kebetulan mengajar atau menyekolahkan anak di sekolah TK bertaraf internasional, aktifitas seni lukis dengan media pasir-gelas kerap ditemukan di beberapa sekolah. Baby first, salah satu stasiun khusus anak yang  mejeng di TV berlangganan Indonesia juga menyajikan tayangan sandpainting bertajuk “Sandman”. Tayangan ini digadang-gadang mampu menstimulasi kemampuan imajinasi dan berfikir anak. Hum ΅( ¬͡͡˛ ¬͡͡”)º΅

Seni lukis pasir semula berkembang di sebelah barat daya Amerika, oleh penduduk yang dikenal dengan sebutan “Navajo” (1800- ). Sampai saat ini, penduduk Navajo masih mempraktekkan seni lukis ini karena konon, praktek melukis dengan pasir  dipercaya mampu mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan sakit penyakit. Sandpainting kala itu dikenal juga dengan sebutan drypainting karena media yang digunakan harus kering betul. Sandpainting juga lazim dipakai para biksu Tibetan, Suku Aborigin Australia dan masyarakat Amerika Latin pada acara-acara tertentu, sejak lama.

Searah jarum jam : Navojo man, Navojo sandpainting in healing ceremonies, Navojo sandpainting photogravure by Edward SC 1907

Uniknya, seni ini terus berkembang dan makin menarik perhatian tidak hanya pelaku seni, tetapi juga masyarakat awam. Di Indonesia sendiri, sandpainting dikembangkan dengan apik dalam seni pewayangan. Adalah bapak Fauzan, sang dalang perintis pewayangan dengan media gelas/kaca dan pasir. Dari sumber yang saya baca, bapak Fauzan masih satu-satunya dalang wayang pasir di Tanah Air, bahkan se Asia Tenggara. Kiprah bapak alumnus Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) ini banyak membuat orang berdecak kagum.

Bagaimana bentuk pementasan Pewayangan Pasir?

Berbeda dari pewayangan boneka (puppets) yang kental dengan cerita dalam lakon boneka wayang, pertunjukan pewayangan pasir menuntut dalang tidak hanya pintar bercerita, tetapi cekatan melukis ‘wayang’nya dengan pasir diatas media gelas. Diiringi musik, dalang akan bercerita dan membuat goresan dengan jari-jari tangannya di atas wadah bening berisi serbuk pasir halus. Semakin lama goresannya terlihat jelas menjadi gambar yang ingin disampaikan. Penonton akan menyaksikan pewayangan lewat layar yang diproyeksikan dari wadah bening pasir dalang.

Kala menyaksikan pewayangan pasir, tak hentinya saya ber-woooww—waaaawww takjub. Asli Keren. Dalam film “Malaikat tanpa Sayap” besutan Rako Prijanto, kita bisa melihat sekilas performa seni wayang pasir ini. Cek pewayangannya dibawah ya!

Jadi, tertarik menonton pewayangan ini? ato, ingin berkiprah jadi dalang baru? Monggo!! Kami (penonton) siap menyambut.. (ง’̀⌣’́)ง (ง’̀⌣’́)ง

Tags: , , ,

Small Letter to God

5 May

Released on July, 2011. Based on the novel “Surat Kecil untuk Tuhan” by Agnes Davonar which tells the true story of Gita Sesa Wanda Cantika, beautiful teenage who’s suffering from malignant cancer called Rhabdomyosarcoma.

Seriously, I have my own issues related to this movie. Its not that I don’t like it, but I looove to hate this movie.

Not one or two, its more than enough people (around) asking me to take a look at SKUT. It’s surely “something” they’d said. Something like “must see”, “worthed’, “recommended”, etc-etc. Ah, I should keep my expectation low in the first place, since I felt like wasting my time. In the end, i keep asking “isn’t this supposed to be an inspirational sad story?? Do i miss something?”

Lets make it short
Bored,check!
Messed plot,check!
Mediocre lead actor, check!
Less interaction (+feeling) of characters. check!
Bad effect, check!

To be honest, the only things left is the original touchable story. Oh, and the OST, i’ll  give credit for that. But hei, THIS is MOVIE, a Cinema Film. If all u have is just a story, then DON’T, please don’t make the movie. The book itself is well enough.

The story. Just not that into me. Nothing so special about Keke besides her rare sickness. Keke just an ordinary girl; selfish like any other sick teens, claiming God for her own life and health, emotionally up and down towards her fate. Lucky her to have lovingly parents, brothers and friends.

See, I don’t know if my taste already dried in this kind of story or because the story isn’t beautifully written. It just triple “SO”— So, So So. Blamed Davonar for that.

Sigh…

Tags: , , , ,

Tiada Tara…

22 Mar

Beginilah nasib jadi mahasiswa pas-pas an tiada tara,
ditengah mahalnya ‘ongkos’ pendidikan yang tiada tara
kebutuhan hidup lain terancam melambung tiada tara

Lama-lama hidup terasa “sakit” tiada tara
meski kasta ekonomi ini tak seburuk sahabat miskin tiada tara
rasanya sulit membayangkan mereka hidup tiada tara

Konon harusnya saya berbangga tiada tara
‘wong hidup di negri kaya hasil bumi tiada tara
juga damai sejahtera tiada tara
dipenuhi cendikia dan pemuka agama dalam jumlah tiada tara

Namun fakta tiada tara,
Saya hanya bisa mengurut dada, melepas sesak tiada tara
ahhhh….

*)
Selamat datang harga BBM baru!
Saya siap menguras keringat lebih tiada tara :(

Salam, Mayakhohohoo

What i rili want the MOST??

27 Oct

Seseorang bertanya pada saya malam kemarin begini;

Satu hal apa yang sangat sangat sangat kamu inginkan saat ini? hal pertama yang kamu pikirkan ya!

Aku berdiam, tak menjawab. Bukan tak tahu. Ini pertanyaan mudah. Karena SATU hal yang sejak dulu kuinginkan adalah naik ke panggung MANA SAJA, MERAIH MICROFON dan MENYANYI AKUSTIK di sana. Bukan untuk seseorang, tetapi untukku!

Sepertinya, kebutuhan aktualisasiku memang sudah meradang! Pikiran itu kerap muncul. Bukan sekali, bukan dua kali juga tiga kali.  And now, still wish, someday, maybe… 

KOMISI

15 Oct

Sebelum lebih jauh,,sebelum anda berfikir b,c,d,e,sampai….z dan melupakan “a”, komisi yang akan saya bicarakan dibawah bukan tentang IMBALAN(UANG) ya! Naturnya, kebanyakan dari kita lebih mudah mengadaptasi dan merespon sesuatu yang berbau uang kan? Berani bilang saya salah?! Puuh-lease!!

Dalam kamus umum bahasa Indonesia, kata komisi yang bermakna [n](1)sekelompok orang yg ditunjuk (diberi wewenang) oleh pemerintah, rapat, dsb untuk menjalankan fungsi (tugas) tertentu— berada pada urutan pertama. Dalam skala prioritas, tentu makna ini lebih utama. Dan Iya, komisi yang akan saya bicarakan adalah sekelompok bapak-bapak dan ibu-ibu yang kita beri wewenang sebagai wakil kita dipemerintahan Indonesia Raya Merdeka Merdeka.

STOP disini! Tes singkat dulu!

  • Coba sebutkan jumlah komisi di DPR-RI?

  • Seberapa banyak anda mengenal fungsi komisi tersebut?

Ada yang bisa jawab? NGACUNG!!

Seharusnya saya malu. Karena sayalah orang yang ‘buta’  ah maksud saya ‘rabun’ tentang komisi-komisi-an ini. Defense saya: Mungkin  karena peran dan pengaruhnya tidak saya rasakan secara langsung. Ato mungkin juga karena saya sudah lebih dulu apatis dengan kinerja bapak/ibu politisi yang seringnya ribut  urusan “bangku” belaka!

Secara normatif, ini jelas tidak baik. Maka selagi sadar, saya mencoba membenahi diri dengan mencoba mencari infonya . Dan sebagai upeti penebusan dosa saya, berikut saya SIMPULKAN ruang lingkup komisi-komisi tersebut terkhusus bagi anda dengan kondisi yang sama dengan saya !

Berikut ruang lingkup KOMISI DPR-RI yang kesemuanya terdiri dari XI (sebelas) komisi

Komisi I- mengurusi,

  • Pertahanan
  • Intelijen
  • Luar Negeri
  • Komunikasi dan Informatika

Komisi II

  • Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah
  • Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
  • Kepemiluan
  • Pertanahan dan Reforma Agraria

Continue reading 

Tags: ,

[A] Fever

30 Sep

I’m catch a “cold”, and it’s called [A] Fever (for asian fever) or  drama withdrawl, i may say

Ini, sesungguhnya, penyakit lama. Kalo riwayat sosial saya di telaah, maka anamnesa recreational preferences  saya sudah pasti NONTON. Tema-nya ga jauh dari drama Korea ato Asia. Mungkin karena lebih ngena di budayanya yang sesama asia (Ohooo). Meski saya nonton beberapa serial asing (western), semacam nyanyi-nari di Glee, bedah-suntik di Grey Anatomy, masak-masak di Master Chef, berpetualang ala OFF the MAP, ngekeh-ngekeh karena How I Met Ur Mother sampe gigit leher di The Gates (aka.vampire) - tetep saja ada kepuasan tersendiri menilik drama ato movie Asia.

Bagi kamu yang nyari referensi, dibawah, saya akan merekomendasikan 5 drama terbaru bertema romansa (2011). Sangat  cukup menarik, khususnya buat kaum hawa yang suka cerita komedi romantis mengharu biru :) . Ada juga  list recommended movie. Lihat, apa anda akan terkena demamnya! Continue reading 

Tags: , , , ,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 41 other followers